Tuliskan 2 perilaku anak yang tidak iman kepada Allah al malik

Jakarta -

Al Malik artinya adalah maharaja dalam Asmaul Husna. Dikutip dalam buku 'Rahasia Keajaiban Asmaul Husna' oleh Syafi'ie el-Bantanie kata Al-Asma adalah bentuk jamak dari kata Al-Ism yang berarti nama. Allah SWT memiliki apa yang dinamai-Nya sendiri dengan Al-Asma. Al-Asma sendiri bersifat Husna.

Kata Husna adalah bentuk feminim dari kata ahsan yang artinya terbaik. Penyifatan nama-nama Allah dengan kata yang berbentuk shighat mubalaghah (kata yang menyatakan paling) ini menunjukkan bahwa nama-nama tersebut bukan hanya baik dan indah tetapi juga terindah.

Ada salah satu hadits yang menjelaskan tentang Asmaul Husna. "Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama-seratus kurang satu-siapa yang 'Ashaha' (mengetahui, membaca, memahami, meneladani) maka dia masuk surga. Allah itu ganjil (Esa) dan menyukai yang ganjil." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain).

Allah SWT berfirman dalam surat Al Mu'minum ayat 116:

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ

Artinya: Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.

Al Malik artinya secara bahasa adalah raja atau penguasa. Al Malik memiliki makna penguasa terhadap sesuatu karena kekuatan pengendalian. Allah SWT memiliki sifat Al Malik yang artinya Allah Maharaja.

Di dalam Al-Qur'an disebutkan Allah SWT bukan hanya raja dan berkuasa di dunia tetapi juga raja dan berkuasa di akhirat. Hal tersebut tertuang dalam surat Az-Zukhruf ayat 85 yang berbunyi:

وَتَبَارَكَ ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَعِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: "Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nya-lah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan."

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman, "Aku adalah Al-Malik (Raja), maka di manakah (mereka yang mengaku) raja?" (HR. Bukhari dan Muslim).

Al Malik juga disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 26:

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Untuk itu selalu mengingatlah Allah SWT sebagai Al Malik yang berarti Raja dari semua alam semesta dan di akhirat.

(lus/erd)

Al-Malik [dibaca pendek mimnya, bukan Málik], dari segi bahasa berarti raja atau penguasa. Nama terbaik Allah SWT ini mengandung pengertian bahwa Allah SWT itu Maha Memiliki Kekuasaan, Kerajaan, dan Kepemilikan. Ketiga cakupan makna al-Malik jika dirujuk kepada makna dasarnya, yaitu mim-lám-káf, maka ini menunjukkan makna kekuatan dan kesahihan. Karena Maha Kuat dan tidak mungkin ada yang mengalahkan, maka Allah SWT Maha Kuasa, Maha Merajai, dan Maha Memiliki segalanya.

Kekuasaan dan kerajaan Allah SWT itu sempurna dan pasti tidak terbatas dan lintas batas [lintas waktu atau sepanjang masa, lintas umat dan bangsa, lintas agama dan budaya, lintas alam semesta, dan lintas segalanya]. Kekuasaan-Nya itu Maha Tinggi, tidak dapat disentuh dan dipengaruhi oleh siapapun.

Oleh karena itu, sebagai hamba al-Malik [‘abd al-Malik], manusia harus bersikap rendah hati, tidak sombong, tidak semena-mena, dan tidak arogan dengan kekuasaan semu dan sementara yang dimilikinya, seperti kekuasaan politik, jabatan kementerian, kepemimpinan pada sebuah institusi, kepengurusan pada sebuah organisasi atau partai dan sebagainya. Karena Allah, al-Malik, adalah Pemberi sekaligus Pencabut kekuasaan makhluk-Nya, termasuk kekuasaan manusia yang bersifat duniawi. Selain itu, kekuasaan yang dimiliki manusia itu berpotensi menjadikannya mulia atau sebaliknya terhina.

Kekuasaan semu yang dimiliki manusia hendaknya menjadi sarana atau ladang berinvestasi kebaikan, sehingga menjadikannya mulia, bukan sebaliknya menjadi “aji mumpung” untuk memperkaya diri, melakukan korupsi berjamaah, menjadikan kementerian yang dipimpinnya sebagai “sapi perahan” atau ATM bagi partainya. Penyalahgunaan kekuasaan itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban dari al-Malik.

Perbuatan dan kekuasaan al-Malik tidak ada yang memintai pertanggungjawaban. Al-Malik tidak dikecam dan dicaci maki atas segala perbuatan dan kebijaksanaan-Nya. Sebaliknya manusia wajib mempertanggungjawabkan sikap dan perbuatannya di hadapan al-Malik, yang Maha Merajai dari perhitungan dan pembalasan amal manusia. Dengan demikian, mengimani Allah al-Malik hendaknya menyadarkan kita semua untuk memiliki tangung jawab yang tinggi, sehingga kita bersikap mawas diri dan hati-hati [bertakwa] memilih dan menentukan sikap dan perbuatan dalam hidup di dunia yang fana ini. Meneladani sifat al-Malik mengharuskan setiap Muslim untuk bersikap sami’na wa atha’na, menjadi hamba yang taat, takwa, shalih dan mushlih [reformis, selalu memperbaiki] kualitas hidupnya.

Sumber: Suara Muhammadiyah

Jakarta -

Al Malik artinya adalah maharaja dalam Asmaul Husna. Dikutip dalam buku 'Rahasia Keajaiban Asmaul Husna' oleh Syafi'ie el-Bantanie kata Al-Asma adalah bentuk jamak dari kata Al-Ism yang berarti nama. Allah SWT memiliki apa yang dinamai-Nya sendiri dengan Al-Asma. Al-Asma sendiri bersifat Husna.

Kata Husna adalah bentuk feminim dari kata ahsan yang artinya terbaik. Penyifatan nama-nama Allah dengan kata yang berbentuk shighat mubalaghah [kata yang menyatakan paling] ini menunjukkan bahwa nama-nama tersebut bukan hanya baik dan indah tetapi juga terindah.

Ada salah satu hadits yang menjelaskan tentang Asmaul Husna. "Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama-seratus kurang satu-siapa yang 'Ashaha' [mengetahui, membaca, memahami, meneladani] maka dia masuk surga. Allah itu ganjil [Esa] dan menyukai yang ganjil." [HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain].

Allah SWT berfirman dalam surat Al Mu'minum ayat 116:

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ

Artinya: Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan [Yang mempunyai] 'Arsy yang mulia.

Al Malik artinya secara bahasa adalah raja atau penguasa. Al Malik memiliki makna penguasa terhadap sesuatu karena kekuatan pengendalian. Allah SWT memiliki sifat Al Malik yang artinya Allah Maharaja.

Di dalam Al-Qur'an disebutkan Allah SWT bukan hanya raja dan berkuasa di dunia tetapi juga raja dan berkuasa di akhirat. Hal tersebut tertuang dalam surat Az-Zukhruf ayat 85 yang berbunyi:

وَتَبَارَكَ ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَعِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: "Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nya-lah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan."

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman, "Aku adalah Al-Malik [Raja], maka di manakah [mereka yang mengaku] raja?" [HR. Bukhari dan Muslim].

Al Malik juga disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 26:

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Untuk itu selalu mengingatlah Allah SWT sebagai Al Malik yang berarti Raja dari semua alam semesta dan di akhirat.

[lus/erd]

Oleh : M. ZAINUDDIN HUSAINI, S. Pd. I

BAB 1.

IMAN KEPADA ALLAH SWT

Pada dasarnya manusia memerlukan bekal untuk mengarungi kehidupan di dunia maupu di akhirat .iman merupakan bekal utama bagi seseorang untuk menentukan arah kehidupannya .hidup tanpa di landasi iman ibarat orang tersesat.orang tersesat tidak mengerti arah mata angin dan tidak tahu kemana harus melangkah .betapa pentingnya masalah keimanan ini sehingga sebagai muslim kita semua harus betul betul memahami hakikat iman ,cara beriman dan kepada siapa kita harus beriman . 

             Iman Kepada Allah S.W.T Iman secara harfiah berarti percaya. Iman kepada Allah S.W.T adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Dia itu ada, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dalam perbuatan sehari-hari. Tanda tanda keimanan dalam diri seseorang dapat dilihat dari amal perbuatan yang dikerjakan karena kepribadian diri seseorang merupakan pancaran dari iman yang ada di dalam diri seseorang. Perintah iman kepada Allah S.W.T terdapat pada surat Q.S An-Nisa’ ayat 136.

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا

Iman kepada Allah Swt. adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Dia itu ada, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan sehari-hari.

iman kepada allah swt merupakan pokok dari seluruh iman yang tergabung dalam rukun iman dengan demikian keimanan kepada allah swt harus tertanam dengan benar kepada diri seseorang sebab jika iman kepada allah swt tidak tertanam dengan benar maka kekeliruan ini akan berlanjut terhadap keimanan kepada malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, serta qadha dan qadharnya.

keimanan seseorang bisa tebal dan bisa tipis ,bisa bertambah atau berkurang.salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada allah swt adalah dengan memahami nama namanya yang baik dan indah.kita sering mendengar nama nama indah itu dengan sebutan Al Asma’ul husna.

Al Asma’ul husna adalah nama-nama Allah Swt. yang baik. Allah swt mengenalkan dirinya dengan nama namanya yang baik sesuai dengan firmannya :

Artinya Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam [menyebut] nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Rasulullah Saw menjelaskan nama nama allah swt yang terbaik [Al Asma’ul husna]itu berjumlah 99.barang siapa yang menghapalnya maka allah swt akan memasukkan ke dalam surganya.

Al Asmaul Husna artinya nama nama Allah yang terbaik. Allah S.W.T mengenalkan diri-Nya dengan nama nama yang baik,: Al Asmaul husna Pada bab ini hanya akan dibahas empat Asmaul Husna yaitu:

  • Al-Alim  
  • Al-Khabir
  • As-Sami’
  • Al-Basir
  • Al-Alim

artinya Maha Mengetahui. Allah S.W.T Maha Mengetahui yang tampak atau yang gaib. Pengetahuan Allah S.W.T tidak terbatas oleh ruang dan waktu, segala aktivitas yang dilakukan oleh makhluk akan diketahui oleh Allah S.W.T. bahkan peristiwa yang akan terjadi pun sudah di ketahui oleh allah swt.dengan kata lain pengetahuan allah swt itu tanpa batas.firman Alllah swt Q.S.Al An’am/6:59

Artinya ;Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya [pula], dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata [Lohmahfuz].وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Subhanallah ,luar biasa ,perlu kalian ketahui bahwa allah swt menyuruh kita untuk menggali ilmu sebanyak banyaknya ,agar kalian dapat mengetahui ciptaannya,baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi.sesungguhnya Allah swt sangat menyukai orang yang rajin mencari ilmu pengetahuan dan mengamalkannya.perilaku yang dapat di wujudkan dalam menyakini sifat Allah swt  yaitu Al Alim adalah kita harus terus menerus mencari ilmu ilmunya Allah swt.dengan cara belajar dan merenungi ciptaannya.tapi ingat penting juga di perhatikan bahwa kita tidak boleh merasa paling pandai.orang berilmu itu harus tetap rendah hati,seperti pohon padi,semakin berisi semakin merunduk.

 Al-Khabir artinya Maha Waspada, mengetahui perkara yang tersembunyi. Allah S.W.T, menciptakan milyaran makhluk dengan berbagai ragamnya, semuanya diketahui oleh Allah dengan detail, penuh kecermatan dan kewaspadaan, baik secara lahir maupun batin.

tidak ada satupun ciptaan allah swt yang salah sasaran. ini menandakan allah maha waspada .Allah dapat mengetahui secara detail apa yang di kerjakan makhluknya .Allah swt berfirman Q.S. at- taubah /9:16

Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.أ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Perilaku yang dapat di wujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah swt maha waspada adalah hendaklah kita harus waspada dan cermat terhadap apa yang kita lakukan atau yang akan kita lakukan .kita harus waspada dan cermat dalam melaksanakan kegiatan ,baik di sekolah,di rumah,maupun di tempat lainnya.orang yang waspada akan mendapatkan hasil maksimal ,dan tidak akan menyesal di kemudian hari.

As Sami’ artinya Maha Mendengar. Allah S.W.T, Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam semesta ini. Pendengaran Allah tidak terbatas, tidak ada satupun suara yang lepas dari pendengaran-Nya, meskipun suara sangat pelan. hal ini sesuai dengan firmannya : Q.S Al Baqarah /2:256

Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada allah swt yang memiliki sifat maha mendengar adalah kita harus berupaya agar segala yang kita ucapkan merupakan perkataaan yang baik dan berguna,karena kita menyakini bahwa allah swt selalu mendengar segala yang kita ucapkan .bahkan yang masih terbesit di dalam hati pun,di dengar oleh Allah swt.

As- Sami’ juga bisa di teladani dengan cara menjadi orang yang peka terhadap informasi. sebagai generasi muslim kalian tidak boleh ketinggalan informasi.di samping itu kalian  harus terus berlatih untuk dapat memilah informasi yang baik dan yang buruk,yang hak dan yang batil.

Al basir artinya Maha Melihat. Allah S.W.T, Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil. Allah melihat apa saja yang ada di langit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta ini dapat dipantau.hal ini sesuai dengan firmannya ;Q.S. Al Hujurat /49:18

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa allah swt maha melihat adalah hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melihat peristiwa peristiwa yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan akan kebesaran Allah swt .kita di ajarkan untuk pandai dan cermat dalam memandang berbagai persoalan di sekeliling kita .namun jangan lupa ,kita juga harus selalu introspeksi diri untuk untuk melihat kelebihan dan kekurangan kita sendiri agar hidup menjadi lebih terarah .sungguh hal ini sangat indah untuk di amalkan.

     Cara meneladani Al  Asmaul husna dalam kehidupan sehari hari adalah ;

a. Mencintai ilmu pengetahuan

b. Selalu gigih dalam mencari ilmu

c.  Dalam melakukan pekerjaan ingin selalu yang sempurna

d. Teliti dalam berbuat

e. Mau mendengarkan apa yang di katakan orang lain sebagai masukan

f. Dan selalu melihat dan mengamati dampak apa yang akan terjadi dan mampu mengatasinya

‘ HIKMAH BERIMAN KEPADA ALLAH SWT ‘

Orang yang beriman tentu merasa dekat dengan Allah swt .oleh karena merasa dekat, dia berusaha taat  menjalankan perintah dan menjauhi segala larangannya.sungguh bahagia dan beruntung manusia yang bisa seperti ini.jadi,orang yang beriman akan mendapatkan berbagai keuntungan ,antara lain sebagai berikut ;

  1. Selalu mendapat pertolongan dari allah swt .hal ini sesuai dengan firmannya ;Q.S. Al Mu’min /40:51
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi [hari kiamat],إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ
  • Hati menjadi tenang dan tidak gelisah .hal ini sesuai dengan firman allah swt Q.S.Ar Ra’d/13:28
[yaitu] orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
  • Sepanjang masa hidupnya tidak akan pernah merasa rugi.sebaliknya,tanpa di bekali iman sepanjang usianya di liputi kerugian ,sebagaimana firman Allah swt  Q.S.Al Asr/103:1-3
Demi masa.وَالْعَصْرِ1
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ2
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ3

 Pilihlah salah satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang tersedia!

  1. Meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah pengertian dari .…

a.   Iman                          b. Islam                           c. Ihsan                           d. Taqwa

  • Nama – Nama yang baik yang dimiliki oleh Allah SWT Disebut ….

a. Akhakul Karimah                                                c. Asmaul Husna

      b. Sifat wajib bagi Allah                                         d. Sifat jaiz bagi Allah

  • Nama Allah SWT Yang disebut al – ‘Alim disebut ….

a.Maha Mendengar                                               c. Maha Merasakan

     b. Maha Megetahui                                                 d. Maha Melihat

  • Arti dari As – Sami’ adalah Allah Maha ….

a. Melihat                       b. Mengetahui                 c. Mendengar                 d. Teliti

  • Allah SWT Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil. Allah SWT pun melihat apa yang ada di bumi dan di langit. Allah Maha Melihat merupakan makna ….

a. Al-‘Alim                      b. Al – Bhasir                 c. As – Sami’                  d .Al – Khabir

  • Subhanallah, indahnya malam bertabur bintang dan bulan bersinar terang. Semuanya tercipta dengan teratur dan seimbang. Fenomena alam tersebut adalah merupakan bukti bahwa Allah Maha …..

a. Mendengar                 b. Teliti                           c. Melihat                       d. Mengetahui

  • Wulan selalu berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya, karena ia yakin bahwa Allah SWT senantiasa mendengarnya. Perbuatan tersebut merupakan pengamalan dari keyakinannya bahwa Allah SWT bersifat ….

a.. Al –Khabir                 b.. As – Sami’                  c. Al – ‘Alim                   d. Al – Bhasir

   8.  Auliya disuruh membeli gula pasir di sebuah warung. Ketika menerima uang kembalian, ia tahu bahwa jumlahnya lebih dari seharusnya, lalu ia mengembalikannya. Ia sadar bahwa Allah SWT selalu mengawasi perbuatannya, karena Allah SWT bersifat ….

       a.. Al-‘Alim                     b.. Al – Bhasir                 c. As – Sami’                  d.. Al – Khabir

  9.“Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan [janganlah] kamusembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” Kutipan ayat tersebut merupakan dasar berperilaku….

       a.istiqomah                     b. empati                         c. jujur                            d. amanah

10.Di antara bentuk pengamalan dari keyakinan terhadap Al Basir adalah …

      a.Introspeksi diri untuk kebaikan                               b.Amar ma’ruf nahi mungkar

      c.Menjadi suri tauladan bagi orang lain                     d.Mau mendengarkan nasihat guru

ESSAY

  1. Tuliskan contoh perilaku yang mencerminkan sikap meneladani Asmaul Husna ‘Al Bhasir ‘.
  2. Apa yang kamu ketahui tentang iman? jelaskan
  3. Mengapa Allah itu As Sami’ ? sebutkan bukti buktinya
  4. Jelaskan arti Al ‘Alim
  5. Berikan contoh perilaku Al Khabir dalam kehidupan sehari hari.

Jawaban dikirim ke WA Pak M. Zainuddin Husaini, S. Pd. I [087760282688]

UNTUK MATERI 2 KLIK HALAMAN 2 DI BAWAH INI

Video yang berhubungan