Nilai-nilai perjuangan apa saja yang terkandung dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia?

SEPUTARLAMPUNG.COM - Pada artikel ini akan dibahas materi dan jawaban tentang nilai-nilai apa saja yang diterapkan pada peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Materi tentang Sejarah Proklamasi Kemerdekaan dan akibat terhadap kehidupan bangsa Indonesia saat ini dirangkum Seputarlampung.com dari Buku Tematik Siswa kelas 5 SD pada tema 5 halaman 72, 73, dan halaman 74.

Berikut penjelasan tentang mengapa bangsa Indonesia perlu melakukan Proklamasi Kemerdekaan, akibat atau dampak peristiwa Proklamasi Kemerdekaan terhadap kehidupan bangsa saat ini, hingga nilai-nilai apa saja yang diterapkan pada peristiwa tersebut.

Baca Juga: Pengaruh Organisasi Budi Utomo terhadap Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 dan Kehidupan Masyarakat Saat Ini

Kemerdekaan bangsa Indonesia diraih atas kerja keras dan tumpah darah para pahlawan. Salah satu tujuan besar perjuangan para pahlawan ialah dapat terbebas dari penjajahan dan dapat memproklamasikan kemerdekaan.

Berdasarkan Sejarah peristiwa Proklamasi Indonesia, ada beberapa nilai persatuan dan kesatuan yang diterapkan pada saat itu.

Nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang diterapkan pada peristiwa tersebut yakni adanya rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi dari seluruh rakyat Indonesia untuk bebas dari penjajahan.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 6 SD Halaman 101 102 Subtema 3: BM Diah dan Naskah Asli Proklamasi

Perjuangan seluruh rakyat Indonesia akhirnya berbuah manis saat Ir. Soekarno membacakan pidato proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Sumber: Buku Tematik Kemendikbud


Page 2

Mengapa bangsa Indonesia perlu melakukan Proklamasi Kemerdekaan?

Bangsa Indonesia perlu melakukan Proklamasi Kemerdekaan karena melalui Proklamasi tersebut, bangsa Indonesia mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia telah bebas dari penjajahan.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebetulnya merupakan bagian dari pidato proklamasi yang disampaikan oleh Ir. Soekarno sebagai wakil bangsa Indonesia.

Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB bertempat di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.

Dikibarkan juga Bendera Merah Putih sebagai bendera negara dan dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman.

Baca Juga: Bagaimana Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 Bisa Meningkatkan Semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa?

Apa akibat atau dampak peristiwa Proklamasi Kemerdekaan terhadap kehidupan bangsa saat ini?

Akibat dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan terhadap kehidupan bangsa saat ini yaitu menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan dalam menjaga NKRI, serta tekad kuat untuk tidak mau kembali dijajah bangsa asing.

Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Peristiwa Rengasdengklok

Setelah melalui waktu yang sangat lama disertai pengorbanan besar seluruh rakyat Indonesia, akhirnya kemerdekaan dapat diwujudkan.

Sumber: Buku Tematik Kemendikbud


Page 3

Pada saat menjelang diproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1945, terjadi penculikan terhadap dua tokoh bangsa Indonesia yang paling terkemuka, yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Muhammad Hatta oleh para pemuda pejuang Indonesia. Mereka dibawa dari Jakarta ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Penculikan ini dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuan penculikan adalah agar kedua tokoh penting ini terhindar dari pengaruh ancaman dan tekanan pemerintah pendudukan Jepang.

Baca Juga: Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 6 SD Halaman 100

Keeseokan harinya, Ir. Soekarno dan Drs. Muhammad Hatta dikembalikan lagi ke Jakarta dan diamankan di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda, yaitu tentara Jepang yang bersimpati terhadap perjuangan rakyat Indonesia untuk merdeka.

Naskah proklamasi dirumuskan oleh tiga orang pemimpin golongan tua, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, dan Mr. Achmad Soebardjo di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda. Sementara dari golongan muda, ada Sukarni, B.M. Diah, dan Mbah Diro.

Setelah selesai ditulis, naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.

Kemudian, Ir. Soekarno dan Drs. Muhammad Hatta menandatanganinya atas nama bangsa Indonesia.

Demikian materi, jawaban dan penjelasan tentang bagaimana nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang diterapkan pada peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945 yang dirangkum dari materi kelas 5 SD pada tema 5 halaman 72, 73, dan halaman 74.***

Sumber: Buku Tematik Kemendikbud

KOMPAS.com - Peristiwa-peristiwa sejarah selama perang kemerdekaan Indonesia banyak mengandung nilai-nilai positif yang penting diketahui generasi sekarang dan mendatang.

Tahukah kamu apa saja nilai-nilai perjuangan selama masa revolusi kemerdekaan Indonesia?

Nilai-nilai kejuangan masa revolusi

Banyak tokoh yang terlibat saat proses perjuangan memperoleh kedaulatan negara Indonesia dengan cara berbeda-beda. Para tokoh masa perjuangan kemerdekaan menunjukkan suri tauladan berupa nilai-nilai perjuangan yang patut ditiru generasi sekarang dan mendatang.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, nilai-nilai perjuangan atau nilai-nilai kejuangan masa revolusi meliputi:

Baca juga: Pentingnya Belajar Sejarah

Berikut ini penjelasannya:

Persatuan dan kesatuan

Dalam setiap bentuk perjuangan, persatuan dan kesatuan adalah nilai yang sangat penting. Persatuan dan kesatuan selalu menjadi jiwa dan kekuatan perjuangan. Nilai persatuan dan kesatuan cocok dengan jiwa bangsa Indonesia.

Dalam menghadapi kaum penjajah untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, dibutuhkan persatuan dan kesatuan dari semua organisasi atau kekuatan yang ada meski terdapat perbedaan paham, ideologi dan organisasi.

Nilai persatuan dan kesatuan terlihat saat:

  1. Anggota TNI, kelaskaran dan rakyat bersatu padu di masa perlucutan senjata terhadap Jepang, perang mewalan Sekutu dan Belanda.
  2. Belanda menciptakan negara-negara bagian dan daerah otonom dalam negara federal sebagai upaya memecah belah bangsa Indonesia. Akibatnya muncul berbagai kesulitan di bidang politik dan ekonomi di rakyat Indonesia. Sehingga banyak yang menuntut Indonesia kembali ke negara kesatuan yang terwujud pada 17 Desember 1950.

Baca juga: Perjanjian Linggarjati: Latar Belakang, Isi, dan Dampaknya

Rela berkorban dan tanpa pamrih

Nilai rela berkorban menonjol di masa perang kemerdekaan. Para pahlawan mempertaruhkan jiwa dan raga, mengorbankan waktu dan harta benda, demi perjuangan kemerdekaan.

Telah banyak pejuang yang gugur di medan juang, atau cacat dan menderita, serta korban harta benda saat berjuang melawan penjajah demi tegaknya kemerdekaan Indonesia.

Contoh nilai rela berkorban dan tanpa pamrih terlihat dari Jenderal Soedirman yang berjuang dalam keadaan sakit, dengan satu paru-paru yang berfungsi tetap memimpin perang gerilya.

Jenderal Soedirman bersama pasukannya telah menempuh sekitar 1000 kilometer dalam waktu sekitar enam bulan, menderita lapar dan dahaga. Tetapi semangat perjuangan tidak pernah padam.

Cinta pada tanah air

Cinta tanah air adalah faktor pendorong yang sangat kuat bagi para pejuang masa revolusi di medan juang. Cinta tanah air menimbulkan semangat patriotisme di kalangan para pejuang untuk melawan penjajah.

Sebagai perwujudan rasa cinta tanah air dan tumpah darah, maka muncul berbagai perlawanan di daerah-daerah terhadap para penjajah demi kemerdekaan tanah air Indonesia. Misal perjuangan di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi dan daerah-daerah lain di nusantara.

Baca juga: Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan, Hasil, dan Dampaknya

Saling pengertian dan saling menghargai

Sikap pengertian dan saling menghargai dapat memupuk rasa persatuan dan menghindarkan dari perpecahan. Sehingga timbul kekompakan dan rasa kebersamaan.

Nilai kejuangan berupa saling pengertian dan saling menghargai masa revolusi terlihat dari:

  1. Perbedaan pandangan antara golongan pemuda (Sutan Syahrir dan kawan-kawan) dengan golongan tua (Soekarno, Hatta, dan kawan-kawan) pada peristiwa Rengasdengklok. Tetapi karena adanya saling pengertian dan saling menghargai maka kesepakatan dapat tercapai. Teks prokalmasi kemerdekaan Indonesia dapat selesai dan kemerdekaan dapat diproklamasikan.
  2. Tokoh-tokoh Islam yang menjadi Panitia Sembilan dan PPKI memahami dan menghargai kelompok-kelompok lain sehingga tidak keberatan menghilangkan kata-kata dalam Piagam Jakarta yang berbunyi "Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya" dan diganti dengan "Ketuhanan Yang Maha Esa".
  3. Kaum sipil lebih menekankan cara diplomasi atau perundingan damai, sedangkan kelompok militer menekankan strategi perjuangan bersenjata. Sikap saling menghargai membuktikan perjuangan diplomasi dan perjuangan bersenjata saling mendukung.
  4. Pada Agresi Belanda II, para pemimpin sipil ingin bertahan di pusat ibu kota sehingga ditawan Belanda sedangkan kaum militer ingin gerilya di luar kota. Kaum militer tidak memaksanakn kaum sipil ikut ke luar kota untuk bergerilya dan sebaliknya. Karena perjuangan diplomasi dan perjuangan bersenjata sama penting dan saling mengisi.

Baca juga: Perjanjian Roem-Royen: Latar Belakang, Isi, dan Dampaknya

Hikmah nilai-nilai kejuangan

Nilai-nilai perjuangan seperti persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan tanpa pamrih, cinta tanah air, saling pengertian atau tenggang rasa dan saling menghargai adalah nilai-nilai yang penting dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai kejuangan tersebut tidak hanya penting di masa perjuangan menentang penjajahan tetapi juga dalam kegiatan pembangunan sekarang. Sehingga pembangunan demi kemaslahatan umum akan dapat tercapai.

Pemahaman dan kemauan mengamalkan nilai-nilai perjuangan tersebut di masa kemerdekaan menunjukkan adanya kesadaran sejarah yang tinggi.

Generasi sekarang dan mendatang dapat mengamalkan nilai-nilai perjuangan dengan cara tidak korupsi, tidak memperkaya diri sendiri, tidak mengorbankan orang lain, tidak sewenang-wenang, tidak menyebarkan isu-isu perpecahan demi kepentingan golongan sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.