Mengapa manusia sebagai Ulul albab diperintahkan untuk berpikir kritis

BERFIKIR KRITIS (Critical Thinking) QS. ALI IMRAN

Ramdan Juniarsyah, M.Ag (GPAI SMKN 10 Bandung) Contact : Sosmed: Facebook : Ramdan Juniarsyah II Instagram PROFIL PENYUSUN

1. Kompetensi Dasar 2. Alur KBM 3. Peta Konsep 4. Pengantar 5. Bahan Materi 6. Evaluasi 7. Refleksi 8. Lembar Kerja

1.1 Terbiasa membaca al-Quran sebagai pengamalan dengan meyakini bahwa agama mengajarkan kepada umatnya untuk berfikir kritis dan bersikap demokratis. 1.2 Bersikap kritis dan demokratis sesuai QS. Ali Imran/3: dan 159, serta Hadits terkait. 3.1 Menganalisis QS. Ali Imran/3: dan QS. Ali Imran/3:159, serta Hadits tentang berpikir kritis dan bersikap demkratis Membaca QS. Ali Imran/3: dan QS. Ali Imran/3:159, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf Mendemontrasikan hafalan QS. Ali Imran/3: dan QS. Ali Imran/3:159, dengan lancar Menyajikan keterkaitan antarasikap kritis dengan ciri orang yang berakal (ulil albab) sesuai pesan QS. Ali Imran/3:

Alur KBM Peta Konsep Pengantar Diskusi Penguatan Materi Evaluasi & Refleksi

Peta Konsep Materi BERFIKIR KRITIS QS. ALI IMRAN/3: Isi Kandungan 2. Terjemah 4. Asbab al- Nuzul 7. Urgensi Berfikir Kritis 8. Contoh Berfikir Kritis dalam Al- Quran 6. Perintah berfikir kritis dalam al-Quran 1.Ayat Quran (Tajwid dan Makharijul huruf) 5. Ulul Albab

TRANSPORTASIGEDUNG TINGGI TEKNOLOGI Mengapa manusia bisa membangun peradaban?

ADAM & MALAIKAT Apa keistimewaan Adam sehingga Malaikat diperintahkan sujud kepadanya? (QS. Al-Baqarah /2:34)

COGITO ERGO SUM Aku Berfikir maka Aku Ada -Rene Descartes-

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siagn terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”. KAJIAN Q.S. ALI IMRAN/3: Bacaan & Terjemahan

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), : “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia- sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka“. KAJIAN Q.S. ALI IMRAN/3: Bacaan & Terjemahan

Isi Kandungan 1.Penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, mengandung tanda-tanda kebesaran Allah SWT 2.Orang yang berakal (Ulul Albab) adalah orang yang senantiasa mengingat Allah dalam segala keadaan 3.Orang yang berakal (Ulul Albab) senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya sebagai ayat Allah (ayat Kauniyah) 4.Tidak ada satu pun ciptaan Allah SWT yang sia- sia, semuanya mengandung makna, manfaat dan pelajaran berharga bagi orang yang mau merenungkannya.

Asbab Al-Nuzul At-Tabari dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas r.a., Orang Quraisy mendatangi Yahudi dan bertanya,”Bukti kebenaran apa yang dibawa Musa kepadamu ?”Dijawab,”Tongkatnya dan tangannya yang putih bersinar bagi yang memandangnya”. Mereka datang kepada Nasrani dan menanyakan,”Bagaimana halnya dengan Isa?”Dijawab,”Isa menyembuhkan mata yang buta sejak lahir dan penyakit sopak serta menghidupkan orang yang sudah mati”. Mereka mendatangi Rasulullah dan berkata,”Mintalah dari Tuhanmu agar bukit Sofa itu jadi emas bagi kami”. Maka Nabi berdo’a dan turunlah QS.Ali Imran/3: , mengajak mereka memikirkan langit dan bumi tentang kejadiannya, dan hal yang menakjubkan didalamnya.

Ulul Albab 1.Ulu artinya yang mempunyai dan albab jamak dari kata lubb memiliki beragam arti, diantara artinya ialah akal. Jadi albab artinya akal yang berlapis. 2.Ulul albab berarti yang mempunyai akal. 3.Aktivitas utama ulul albab : -Berdzikir (mengingat Allah dengan kesadaran dan menyebut asma-Nya dengan lisan) dalam situasi apapun (berdiri, duduk, maupun berbaring). -Berpikir tentang fenomena alam (penciptaan langit dan bumi [QS.Ali Imran/3: ]), siklus kehidupan tumbuhan karena air hujan [QS.Az-Zumar/39:21], fenomena sosial (sejarah atau kisah masa lampau [QS.Yusuf/12:111]). 4.Buah dari aktivitas dzikir dan pikir mereka meyakini bahwa Allah menciptakan semuanya dengan tujuan dan tidak ada yang sia-sia.

Perintah Berpikir dalam Al-Quran 1.Banyak ayat Al-Quran yang memerintahkan manusia untuk berpikir bahkan sering menyindir mengapa manusia tidak mau berpikir. 2.Perintah berpikir dalam Al-Quran : a.Tafakkur b.Tadzakkur c.Tadabbur d.Ta’aqul

Urgensi Berpikir Kritis 1.Berpikir sesaat lebih baik dari ibadah 60 tahun. 2.Mampu mengembangkan IPTEK dengan mengambil inspirasi dari segala ciptaan Allah. 3.Menambah keyakinan akan ke-Maha Besaran Allah.

Contoh Berpikir Kritis dalam Al-Quran 1.Perintah untuk memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan (QS. Al-Ghasyiyah/88:15). 2.Perintah berpikir tentang tanaman (QS. ar-Ra’d/13:4). 3.Berpikir tentang dua lautan yang mengalir keduanya betemu namun ada batas yang tidak dilampaui oleh masing- masing (QS. ar-Rahman/55:19-22 dan al-Furqon/25:53). 4.Berpikir tentang penciptaan manusia secara berpasangan (QS. Ar-Rum/30:21). 5.Berpikir tentang binatang ternak yang menghasilkan susu, minuman dari buah-buahan, dan lebah yang menghasilkan madu (QS. An-Nahl/16:66-69).

1.Jelaskan karakteristik yang dimiliki oleh ulul albab ! 2.Analisis isi kandungan QS.Ali Imran/3: ! 3.Jelaskan manfaat dari berpikir kritis ! 4.Carilah tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta yang dapat menambah keyakinanmu ! 5.Jelaskan hubungan antara berpikir kritis dengan hidayah yang didapatkan ! 6.Bagaimana pendapatmu ketika ada orang yang mampu berpikir kritis namun tidak beriman ? Apakah ia akan masuk ke surge ? EVALUASI

REFLEKSI Lorem ipsum dolor sit amet consectetuer adipiscing elit aenean commodo

Buatlah video berdurasi maksimal 2 menit yang menggambarkan tanda kekuasaan Allah di ala semesta ! LEMBAR KERJA

C. Menyajikan Keterkaitan antara Berpikir Kritis dengan Ciri Orang Berakal (Ulil Albab) sesuai Pesan Q.S. Āli-Imrān/3: 190-191

Definisi tentang berpikir kritis disampaikan oleh Mustaji. Ia memberikan definisi bahwa berpikir kristis adalah “berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan”. Contohnya adalah kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan “membuat ramalan”, yaitu membuat prediksi tentang suatu masalah. Seperti memperkirakan apa yang akan terjadi besok berdasarkan analisis terhadap kondisi yang ada pada hari ini.

Dalam Islam, masa depan yang dimaksud bukan sekedar masa depan di dunia, tetapi lebih jauh dari itu, yaitu di akhirat. Orang yang dipandang cerdas oleh Nabi adalah orang yang pikirannya jauh ke masa depan di akhirat. Maksudnya, jika kita sudah mengetahui bahwa kebaikan dan keburukan akan menentukan nasib kita di akhirat, maka dalam setiap perbuatan kita

50 Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK 50 Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK

Artinya: Dari Abu Ya’la yaitu Syaddad Ibnu Aus r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “ Orang yang cerdas ialah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya dan suka beramal untuk kehidupannya setelah mati. Sedangkan orang yang lemah ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan berharap kepada Allah Swt. dengan harapan kosong”. (HR. At-Tirmizi dan beliau berkata: Hadis Hasan).

Sumber: Sunan At-Tirmidzi, Hadist: 2383, Kitab: Sifat qiamat, penggugah hati dan wara'

Dalam hadis ini Rasulullah saw. menjelaskan bahwa orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang pandangannya jauh ke depan, menembus dinding duniawi, yaitu hingga kehidupan abadi yang ada di balik kehidupan fana di dunia ini. Tentu saja, hal itu sangat dipengaruhi oleh keimanan seseorang kepada adanya kehidupan kedua, yaitu akhirat. Orang yang tidak meyakini adanya hari pembalasan, tentu tidak akan pernah berpikir untuk menyiapkan diri dengan amal apa pun. Jika indikasi “cerdas” dalam pandangan Rasulullah saw. adalah jauhnya orientasi dan visi ke depan (akhirat), maka pandangan-pandangan yang hanya terbatas pada dunia, menjadi pertanda tindakan “bodoh” atau “ jahil” (Arab, kebodohan=jahiliyah). Bangsa Arab pra Islam dikatakan jahiliyah bukan karena tidak dapat baca tulis, tetapi karena kelakuannya menyiratkan kebodohan, yaitu menyembah berhala dan melakukan kejahatan-kejahatan. Orang “bodoh” tidak pernah takut melakukan korupsi, menipu, dan kezaliman lainnya, asalkan dapat selamat dari jerat hukum di pengadilan dunia.

Jadi, kemaksiatan adalah tindakan “bodoh” karena hanya memperhitungkan pengadilan dunia yang mudah direkayasa, sedangkan pengadilan Allah Swt. di akhirat yang tidak ada tawar-menawar malah ”diabaikan”. Orang-orang tersebut dalam hadis di atas dikatakan sebagai orang “lemah”, karena tidak mampu melawan nafsunya sendiri. Dengan demikian, orang-orang yang suka bertindak bodoh adalah orang-orang lemah.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Orang yang cerdas juga mengetahui bahwa kematian dapat datang kapan saja tanpa diduga. Oleh karena itu, ia akan selalu bersegera melakukan kebaikan (amal saleh) tanpa menunda.

Rasulullah saw. bersabda:

Artinya: Dan dari Abu Hurairah ra. yang berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:“Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya tujuh perkara yaitu: Apa yang kalian tunggu selain kemiskinan yang melalaikan, atau kekayaan yang menyombongkan, atau sakit yang merusak tubuh, atau tua yang melemahkan, atau kematian yang cepat, atau Dajjal, maka ia adalah seburuk buruknya makhluk yang dinantikan, ataukah kiamat, padahal hari kiamat itu adalah saat yang terbesar bencananya serta yang terpahit dideritanya?” (HR. At-Tirmizi dan beliau berkata: Hadis hasan).

Sumber: Hadits 9 Imam, Sunan At-Tirmidzi, No. Hadist: 2228, Kitab: Zuhud, Bab: Segera beramal shalih

Dalam hadis di atas, Rasulullah saw. mengingatkan kita supaya bersegera dan tidak menunda-nunda untuk beramal salih. Rasulullah saw. menyebut tujuh macam peristiwa yang buruk untuk menyadarkan kita semua. Pertama, kemiskinan yang membuat kita menjadi lalai kepada Allah Swt. karena sibuk mencari penghidupan (harta). Kedua, kekayaan yang membuat kita menjadi sombong karena menganggap semua kekayaan itu karena kehebatan kita. Ketiga, sakit yang dapat membuat ketampanan dan kecantikan kita pudar, atau bahkan cacat. Keempat, masa tua yang membuat kita menjadi lemah atau tak berdaya. Kelima, kematian yang cepat karena usia/umur yang dimilikinya tidak memberi manfaat. Keenam, datangnya dajjal yang dikatakan sebagai makhluk terburuk karena menjadi fitnah bagi manusia. Ketujuh, hari kiamat, bencana terdahsyat bagi orang yang mengalaminya.

Jadi, berpikir kritis dalam pandangan Rasulullah saw. dalam dua hadis di atas adalah mengumpulkan bekal amal salih sebanyak-banyaknya untuk kehidupan pasca kematian (akhirat), karena “dunia tempat menanam dan

52 Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK 52 Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK

Dengan amal salih insya Allah kita akan memperoleh hidup yang baik di dunia dan memperoleh sukses di akhirat. Gambaran sukses di akhirat adalah; Pertemuan dengan Rabbul ‘Izzati, mendapatkan ampunan akan kesalahan, terbebas dari api neraka, dan tinggal di surga dengan segala keindahannya. Tentunya ini semua akan diperoleh dengan keridhaan Allah Swt. dan kebiasaan efektif serta berpikir strategis dari tujuan akhir yang kita inginkan. Orang menyebut dengan istilah berpikir besar, mulai dari yang kecil dan aksi sekarang juga, dan ini semua hanya dimiliki oleh orang-orang yang berakal ( ulil albab).

Aktivitas Siswa

1. Cari ayat-ayat al-Qur±n yang memotivasi/menginspirasi manusia untuk merenung dan meneliti dengan ciri-ciri di antaranya menggunakan kata (yang artinya) “ BERPIKIR, BERAKAL, BERTADABBUR, MELIHAT, dan sejenisnya!

2. Cari asbabun nuzul dan tafsir ayat-ayat tersebut dalam kitab tafsir modern

baik langsung maupun melalui internet!

3. Amati Gambar 3.9 di halaman 54 dan berikan tanggapan terhadap fakta temuan tentang laut dua warna! Diskusikan dan buat laporan hasil kegiatan bersama dengan teman sekelompokmu!

4. Temukan keajaiban lain dalam dunia laut dan diskusikan dengan teman sekelompokmu! Buat laporan hasil kegiatan dan presentasikan di depan kelas!

Laut Dua Warna

Allah Swt. berfirman: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing- masing. Maka nikmat Allah Swt. manakah yang kamu dustakan. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (Q.S ar-Rahm ±n/55:19-22). “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S al-Furq ±n/25:53)

Sejumlah ahli menemukan laut dua warna yang tak pernah bercampur yang terletak di selat Gibraltar. Inilah yang menghubungkan lautan Mediterania dan

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Pertanyaan itu baru terjawab pada tahun 1942M/1361H. Hal ini terjawab melalui studi yang mendalam menyingkap adanya lapisan-lapisan air pembatas yang memisahkan antara lautan-lautan yang berbeda-beda. Selain itu, juga berfungsi memelihara karakteristik khas setiap lautan dalam hal kadar berat jenis, kadar garam, biota laut, suhu, dan kemampuan melarutkan oksigen.

Kemudian, semakin banyak fakta-fakta yang menakjubkan terungkap, sehingga Professor Shroeder, ahli kelautan dari Jerman mengungkapkan kekagumannya akan kebenaran al-Qur ±n. Dimana al-Qur±n yang diturunkan 14 abad yang lalu telah berbicara mengenai hal tersebut. Subhanallah.

Sumber: gsumariyono.files.wordpress.com

Gambar 3.9 Laut dua warna di selat Gibraltar berwarna biru tua dan biru langit.