Bagaimana cara pengendalian hama pada ternak ayam pedaging

Bagaimana cara pengendalian hama pada ternak ayam pedaging
Dalam usaha ternak ayam pedaging  yang sangat penting diperhatikan oleh para peternak adalah pengendalian hama dan penyakit, sebab ada beberapa jenis penyakit apabila sudah menyerang akan menimbulkan kematian yang cukup tinggi terutama penakit tetelo dan penyakit flu burung. Kedua penyakit ini belum ada pengobatannya, yang ada baru vaksinnya, sehingga kedua penyakit ini dalam usaha ternak perlu dilakukan pencegahan.Dalam usaha ternak ayam pedaging  biasanya tingkat kematian tertinggi terjadi pada anak ayam. Tetapi angka kematian bisa di kurangin dengan memberikan Produk Nasa yang berupa VITERNA . POC NASA dan HORMONIK pada minuman ayam,dimana Produk Nasa tersebut sudah banyak di buktikan oleh para peternak ayam pedaging untuk menekan angka kematian serta mampu mempercepat panen ayam pedaging. Adapun macam-macam penyakit pada ternak ayam pedaging sbb:

Penyakit Tetelo ( ND )

  • Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan gangguan pernafasan, syaraf, menghambat pertumbuhan dan dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda penyakit ini antara lain lesu, tidak mau makan, ngantuk, ngorok/bersin dan nafas berbunyi.
  • Pencegahan :
  1. Lakukan dengan menjauhkan ayam-ayam sakit.
  2. Mensucihamakan kandang dan peralatan kandang.
  3. Menjaga kebersihan/sanitasi kandang dan lingkungan.
  4. Memberikan Produk Nasa yang berupa Viterna + Poc NASA + Viterna dengan cara di campurkan ke dalam minum ayam tersebut,berikan setiap pagi hari.
  5. Lakukanlah vaksinasi atau berikan obat pencegahan tepat pada waktunya.

Berak Kapur

Penyebabnya adalah bakteri Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.

  • Gejala :ciri  ayam yang terkena bakteri ini  ditunjukkan dengan kotoran ayam berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengkerut dan sayap lemah menggantung.
  • Pencegahan :
  1. Tindakan pemisahan ayam yang sakit.
  2. peningkatan sanitasi kandang.
  3. Memberikan Produk Nasa yang berupa Viterna + Poc NASA + Hormonik dengan cara di campurkan ke dalam minum ayam tersebut,berikan setiap pagi hari.

Pilek Ayam

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri haemophilus gallinararum dan digolongkan penyakit akut yang mudah menyebar.

  • Gejala awal :  ayam selalu menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan lendir dari hidungnya, yang lama-lama menjadi kental dan bau busk. bagian muka dan mata ayam membengkak, dapat menimbulkan bunyi ngorok dan menyulitkan pernafasan, nafsu makan berkurang sehingga berat badan ayam menurun.
  • Pencegahan :
  1. Pemberikan Produk Nasa yang berupa Viterna + Poc NASA + Hormonik dengan cara di campurkan ke dalam minum ayam tersebut.Berikan dari mulai awal beternak ayam dan lakukan setiap pagi hari.
  2. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, hindari kandang yang kotor dan lembab.
  3. Usahakan agar kandang selalu mendapat sinar matahari yang cukup.
  4. Ayam yang sakit harus diisolasi dan diobati dengan injeksi antibiotik streptomisin dengan dosis 150 mg/kg berat badan ayam selama 2-3 hari.

Cacingan

Penyakit ini disebabkan oleh cacing Ascaridia galli dan cacing heterakis galline. Kedua cacing ini menyebabkan anemia dan depresi pada ayam yang terserang.

  • Gejala umumnya adalah ayam pucat, kurus, lemah, kehilangan nafsu makan dan pertumbuhan terhambat.
  • Pencegahannya :
  1. Pemberikan Produk Nasa yang berupa Viterna + Poc NASA + Hormonik dengan cara di campurkan ke dalam minum ayam tersebut.Berikan dari mulai awal beternak ayam dan lakukan setiap pagi hari.
  2. Sanitasi lingkungan harus kering dan bersih sehingga siklus cacing-cacing parasit terputus,
  3. Kandang dibersihkan dengan disinfektan. Seperti biosid, lisol, karbon, dan kalium menganat.
  4. Cara lain dengan obat cacing pada anak ayam berumur secara teratur mulai umur 35 hari.
  5. Pada ayam yang terkena cacingan dapat diobati dengan piperazin sebanyak 0,1-0,2% dalam air minum.

Flu burung

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan kematian secara mewabah, tanda-tanda penyakit ini adalah sebagai berikut :

  1. Jengger, pial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan.
  2. Kadang-kadang ada cairan di mata dan hidung.
  3. Pembengkakan di daerah muka dan kepala.
  4. Pendarahan dibawah kulit.
  5. Pendarahan titik pada daerah dada, kaki dan telapak kaki.
  6. Batuk, bersin dan ngorok
  7. Ayam mengalami diare dan tingkat kematian tinggi.

Pencegahan/pemberantasan flu burung, dilakukan dengan cara sebagai berikut ini :

  1. Pemberikan Produk Nasa yang berupa Viterna + Poc NASA + Hormonik dengan cara di campurkan ke dalam minum ayam tersebut.Berikan dari mulai awal beternak ayam dan lakukan setiap pagi hari.
  2. Peningkatan biosekuriti yaitu desinfeksi alat dan fasilitas peternakan, dilarang mengeluarkan unggas sakit, kotoran dan limbah peternakan, membatasi keluar dan masuk orang ke dalam lokasi peternakan, mencegah keluar masuknya tikus dan hewan lain ke dalam lokasi peternakan
  3. Dekontaminasi/desinfeksi pakan, tempat pakan/air minum, semua peralatan, pakaian pekerja kandang, alas kaki, kendaraan dan bahan lain yang tercemar, bangunan kandang yang kontak dengan unggas, kandang/tempat penampungan unggas, permukaan jalan menuju peternakan/kandang/tempat penampungan unggas
  4. Tindakan pemusnahan selektif/terbatas dilakukan terhadap unggas sehat yang sekandang dengan unggas sakit di peternakan tertular
  5. Disposal yaitu dilakukan pembakaran dan penguburan dengan kedalaman minimal 1,5m terhadap unggas mati (bangkai), karkas, telur terinfeksi, kotoran, bulu alas kandang (sekam), pupuk dan pakan yang tercemar serta bahan dan peralatan lain yang terkontaminasi yang tidak dapat disucihamakan secara efektif
  6. Vaksinasi.

Copyright © 2021 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. All rights reserved.

Counter :

  • Pencarian sederhana adalah pencarian koleksi dengan menggunakan hanya satu kriteria pencarian saja.
  • Ketikkan kata kunci pencarian, misalnya : " Sosial kemasyarakatan "
  • Pilih ruas yang dicari, misalnya : " Judul " .
  • Pilih jenis koleksi misalnya " Monograf(buku) ", atau biarkan pada pilihan " Semua Jenis Bahan "
  • Klik tombol "Cari" atau tekan tombol Enter pada keyboard

It is recommended to join this program:

  1. Pest controller
  2. Pelaksana sanitasi, pengelolaan kesehatan lingkungan dan pengendalian hama pada peternakan dan feedmill
  3. Bagian pemasar pada produsen dan distributor pestisida permukiman




IPB Science Techno Park, Jalan Taman Kencana Nomor 3 - Bogor

Popularitas ayam broiler hingga hari ini masih dalam permintaan pasar yang tinggi, loh! Memulai beternak ayam broiler dapat menjadi pilihan yang tepat. 

Menjaga ayam broiler agar tetap sehat adalah hal yang penting untuk diperhatikan, dengan cara perawatan ayam broiler yang baik dan telaten guna menghasilkan ayam broiler tetap dalam kualitas terbaik. 

Untuk memulai beternak ayam broiler, kamu pasti akan menghadapi tantangan-tantangan tersendiri yang salah satunya adalah penyakit-penyakit yang rentan menginfeksi ternak ayam broiler. 

Berikut, Chick-In akan mengulas 7 penyakit pada ayam broiler dan cara mengatasinya:

1. Penyakit Tetelo (Newcastle Disease) 

Salah satu penyakit yang umum dengan angka cukup tinggi yang ditemukan pada ternak ayam broiler, yaitu penyakit tetelo yang disebabkan oleh virus yang bernama Paramyxo. 

Virus Paramyxo menyerang sistem pernapasan dan jaringan saraf. Dimana ayam yang terinfeksi oleh virus ini memiliki gejala napas yang berat, batuk, sulit bernapas, lesu, kehilangan nafsu makan, pembengkakkan pada jaringan mata dan leher, dan diare. 

Penanganan Penyakit Tetelo Pada Ayam Broiler

Sayangnya, belum ada obat pasti untuk menyembuhkan penyakit tetelo pada ayam. 

Yang dapat dilakukan adalah langsung mengisolasi ayam yang terinfeksi dan melakukan pencegahan dengan cara melakukan vaksinasi pada ayam, pengelolaan kandang yang baik, dan pemberian pakan yang bernutrisi. 

Baca juga: 3 Cara Vaksinasi Ayam Broiler

2. Penyakit Feses Kapur (Pullorum) 

Disebabkan oleh bakteri Salmonella Pullorum, penyakit feses kapur atau biasa dikenal juga sebagai diare kapur yang menyerang sistem pencernaan dari ternak ayam broiler. 

Gejala klinis yang dialami oleh ayam yaitu tidak nafsu makan, sayap mengkerut, dan sesak nafas. Namun, gejala tersebut tidak selalu spesifik dan cenderung bervariasi. 

Ciri-ciri ayam yang terinfeksi bakteri ini dapat dilihat dari kotoran ayam yang cair dan berwarna putih. Apabila kotoran itu dibiarkan mengering dan menjadi kapur, penyakit diare kapur ini dapat menular pada ternak ayam yang lain. 

Penanganan Penyakit Feses Kapur Pada Ayam Broiler 

Rajin memantau keberlangsungan ternak ayam termasuk pada warna kotorannya. Penggunaan antibiotik untuk mengatasi diare kapur pada ayam tidak dianjurkan, karena khawatir menyebabkan carrier. 

Langsung lakukan isolasi pada ayam yang terinfeksi bakteri, untuk menghindari penularan pada ayam yang lain. Jangan lupa untuk selalu memantau kebersihan kandang dan juga sanitasi. 

3. Penyakit Gumboro (Infectious Bursal Disease) 

Penyebab dari penyakit gumboro adalah virus jenis Avibirnavirus. Sesuai dengan namanya, penyakit ini pertama ditemukan pada tahun 1962 di wilayah Gumboro, Amerika Serikat. 

Infeksi dari virus ini menyerang fibrikus dan thymus pada ayam yang berfungsi untuk menciptakan antibodi untuk ketahanan tubuh ayam terhadap penyakit. Akibatnya adalah, terjadi penurunan respon antibodi ayam terhadap vaksinasi sehingga ayam menjadi rentan terkena penyakit. 

Dapat diumpamakan seperti penyakit AIDS bagi ayam. 

Penanganan Penyakit Gumboro Pada ayam Broiler 

Selayak kebanyakan virus yang menyerang unggas, penyakit Gumboro sendiri belum memiliki obat spesifik dalam penanganannya, namun tentu dapat dilakukan pencegahan. 

Untuk meminimalisir ayam terinfeksi penyakit gumboro, optimalisasi terhadap sanitasi kandang harus diperhatikan secara telaten bahkan sebelum ayam DOC masuk. Melaksanakan vaksinasi, pemberian pakan yang bernutrisi, dan multivitamin sudah menjadi mutlak. 

4. Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease [CRD])

Selaras dengan namanya yaitu penyakit ngorok, penyakit ini diakibatkan oleh bakteri Mycoplasma galliseptiucum yang menyerang sistem pernapasan ayam. 

Gejala yang timbul apabila ayam terinfeksi bakteri ini adalah sesak nafas, bersin-bersin, keluar cairan dari hidung atau mulut, ngorok saat bernapas.

Penanganan Penyakit Ngorok Pada Ayam Broiler 

Penyakit ngorok dapat ditangani dengan menggunakan antibiotik dengan tujuan untuk mengontrol penyebaran penyakit, khususnya dalam mengendalikan tingkat stress pada ayam saat penyakit terdeteksi. 

Perhatikan kebersihan sanitasi dan lakukan pemberian desinfektan secara rutin guna menjaga kebersihan kandang, juga pastikan suhu kandang tidak lembab dan tetap stabil. 

Baca juga: Suhu yang Tepat Pada Peternakan Ayam

5. Penyakit Flu Burung (Avian Influenza)

Virus yang menyebabkan ayam terkena flu burung adalah virus jenis virus Influenza tipe A, yang menginfeksi sistem pernapasan pada ayam. 

Penyakit flu burung dapat mematikan, bahkan beberapa jenisnya dapat mewabah menular pada manusia. Gejala klinis pada ayam dari penyakit ini adalah ngorok saat bernafas, keluar cairan dari mata dan hidung, kulit perut dan pial yang tidak memiliki bulu berubah menjadi warna biru keunguan, diare, kematian ayam secara bersamaan dengan angka yang cukup tinggi. 

Lalu seperti pada umumnya, segera isolasi ayam yang telah terinfeksi. Apabila ada indikasi sudah tertular maka harus dilakukan pemusnahan ternak secara menyeluruh (stamping out).

Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi pada ternak, meningkatkan prosedur biosekuriti dan dekontaminasi pakan. 

6. Penyakit Kolibasilosis 

Selanjutnya adalah bakteri Escherichia colli yang menjadi dalang dari penyakit kolibasilosis yang menyerang sistem pencernaan pada ayam.

Ciri-ciri dari ayam yang telah terinfeksi penyakit kolibasilosis adalah tampak kusam, napas yang sesak, bulu yang di sekitar anus menjadi lengket, diare, dan lesu. 

Penanganan Penyakit Kolibasilosis Pada Ayam Broiler 

Pada ayam yang terinfeksi penyakit ini dapat diobati menggunakan beberapa jenis antibiotik yaitu, trimetoprim, sulfadiazin, ampicillin, colistin, neomycin, dan enrofloksasin.

7. Penyakit Snot (Infectious Coryza )

Dalang utama dari penyakit snot pada ayam adalah bakteri Haemophilus Paragallinarum yang menginfeksi sistem pernapasan. 

Gejala yang dialami ayam yang telah terkena penyakit snot ini adalah pembengkakkan pada wajah ayam khususnya di daerah sekitar mata, bersin, mata berair, keluar cairan dari hidung, dan kesulitan bernapas. 

Penanganan Penyakit Snot Pada Ayam Broiler 

Untuk ayam yang sudah terserang penyakit snot, dapat diobati dengan menggunakan pengobatan eritromisin, sulfadiazin, ampisilin, trimetropim, dan tetrasiklin.

Menjaga kebersihan kandang dengan rutin melakukan desinfeksi pada lingkungan dan peralatan kandang dapat membantu mencegah ayam terserang oleh bakteri penyebab penyakit snot. 

Terapkan 4M Guna Mencegah Ayam Terserang Penyakit 

  1. Menjaga kebersihan kandang 
  2. Memberikan pakan yang bernutrisi 
  3. Menjaga suhu kandang agar tetap stabil 
  4. Menggunakan Chickin App Smart Farm untuk mengelola kandang! 

Chickin App Smart Farm hadir untuk membantu para peternak mengelola kandang dengan basis teknologi yang membantu pengelolaan kandang secara real-time, guna mengatur kandang produksi secara optimal, produktif, serta efisien.

Hasil dari pengelolaan Chickin Smart Farm dapat kamu jumpai di Chickin Fresh. Dengan mempertahankan kualitas ayam dalam 5 no yaitu no bau, no memar, no lendir, no bulu dan no dolar; kamu dapat memesan ayam dengan mudah hanya dalam satu klik dari rumah!

Bersama Chickin, wujudkan sinergi ketahanan pangan Indonesia!

Chickin Indonesia – PT. Sinergi Ketahanan Pangan

Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin IndonesiaDengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar