Tuliskan dan jelaskan keahlian keahlian yang dimiliki oleh seorang akuntan

omiska.com - Akuntan merupakan jabatan atau profesi dimana seseorang akan ditugaskan untuk berurusan dengan urusan keuangan. Seorang akuntan akan memiliki tugas dalam mengelola masuk maupun keluarnya uang dalam sebuah perusahaan. 

Untuk menjadi seorang akuntan tidaklah semudah apa yang dibayangkan oleh kebanyakan orang, karena seorang akuntan harus memiliki beberapa keahlian atau skill sebagai berikut ini : 

1. Dapat Fokus

Setiap pekerjaan memang mengahruskan pekerja dapat konsentrasi dan fokus dalam menjalankan tugasnya. Namun, seorang akuntan dituntut harus dapat fokus dan memiliki konsentrasi yang tinggi apalagi akuntan selalu berurusan dengan masalah keuangan. Jika tidak dapat berkonsentrasi dan fokus maka akan menyebabkan kekeliruan pada data yang berakibat fatal karena meresiko merugikan perusahaan. 

2. Keahlian Berhitung

Keahlian berikutnya yang harus dimiliki oleh seorang akuntan adalah keahlian dalam berhitung. Berhitung susah menjadi makanan sehari-hari bagi seorang akuntan, maka akuntan dituntut harus memiliki keahlian berhitung denagan segala metode untuk dapat memudahkan menyelesaikan pekerjaan atau tugasnya. 

3. Analisis

Keahlian berikutnya yang harus dimiliki oleh seorang akuntan adalah memiliki keahlian dalam mengalalisis data. Akuntan juga bertugas untuk menyiapkan laporan keuangan perusahaan dalam bentuk data. Atas dasar itulah mengapa seorang akuntan harus memiliki kemampuan analisis yang tinggi agar data yang disajikan tidak ada kekeliruan. 

4. Kemampuan Komunikasi

Karena sering menyampaikan data dan akan berurusan dengan banyak orang, baik itu atasan maupun karyawan kerja lainnya. Karyawan seharusnya memiliki kemampuan komunikasi dengan baik agar dapat mengutarakan apa yang harus disampaikan kepada karyawan maupun petinggi perusahaan. 

Apalagi akuntan selalu dimintai hadir untuk kegiatan meeting, baik itu dengan karyawan maupun klien. Saat sedang meeting seorang akuntan dimintai untuk menjelaskan sejelas mungkin kepada para hadirin. Selain itu, akuntan juga dimintai untuk memperesentasikan mengenai data apa yang telah dikerjakan.

Mengingat segala kegiatan-kegiatan tersebut maka akuntan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk mempermudahkan menyampaikan laporan. 

5. Ilmu Komputer

Komputer merupakan alat kerja yang akan digunakan oleh akuntan setiap harinya, bahkan tak hanya akuntan saja hampir semua pekerjaan melibatkan komputer. Untuk itu, seorang akuntan dituntun untuk dapat memahami dan dapat mengoperasikan komputer dengan benar dan dapat menggunakan program-program atau software untuk mengolah data keuangan. 

6. Teliti

Selain fokus dan kemampuan analisis, seorang akuntan juga dituntut untuk dapat teliti dan dalam melakukan pekerjaannya. Dengan ketelitian seorang akuntan dapat menyajikan data dengan dengan detail dan akurat. 

7. Sikap Keterbukaan

Seorang akuntan harus dapat mengelola keuangan perusahaan dengan transparan, artinya jujur dan terbuka dengan segala pekerjaan yang sedang dikerjakan. Setiap laporan yang telah dibuat dituntut untuk transparan kepada perusahaan tanpa adanya kegiatan manipulasi yang merupakan tindakan kejahatan. 

Banyak akuntan yang bekerja dalam tim, maka dari itu kepercayaan adalah menjadi sesuatu yang diutamakan. Kepercayaan dapat diraih jika adanya transparansi atau keterbukaan diantara hubungan akuntan dan karyawan. 

Akhir kata, itulah beberapa keahlian yang harus dimiliki oleh seorang akuntan profesional. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan anda bayangan bagaimana pekerjaan seorang akuntan dalam perusahaan, dan dapat mengetahui keahlian apa saja yang harus dimiliki dan didalami. 

Page 2

Beranda / Contact Us

Silahkan hubungi kami untuk pembelian atau laporkan bug yang ada pada template ini

September 27 2020

Apakah kalian tertarik memiliki profesi sebagai seorang akuntan? Atau justru kalian adalah akuntan itu sendiri?

Apapun itu, profesi akuntan dari masa ke masa terbilang cukup menjanjikan, sebab proses akuntansi sangat dibutuhkan berbagai macam perusahaan dalam menghitung dan melaporkan keuangannya.

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kalian berkenalan lebih dulu seperti apa itu akuntansi, dan seperti apakah akuntan itu. Kalau kalian selama ini hanya tahu bahwa akuntan tak lebih dari sebatas guru akuntansi dan akuntan perusahaan, maka sebaiknya kalian harus banyak membaca.

Jenis Akuntan yang Perlu Kalian Ketahui

Meskipun pekerjaannya adalah soal hitung menghitung keuangan secara transparans dan membuat laporkan dengan detil, pada perkembangannya, profesi akuntan yang wajib kalian tahu terbagi menjadi beberapa jenis guna menyesuaikan keahlian bidang tertentu.

Profesi sebagai akuntan internal biasanya bekerja pada satu perusahaan tertentu yang memiliki tugas utama mengelola keuangan. Sebagai akuntan internal kalian harus menyusun anggaran keuangan, menangani masalah perpajakan, dan mengaudit perusahaan secara internal.

Untuk menghadapi audit eksternal perusahaan, seorang akuntan dituntut untuk membuat sistem akuntansi dan menyusun laporan keuangan.

Akuntan jenis ini merupakan akuntan independen yang biasanya memiliki sebuah kantor fisik. Kalian bekerja secara bebas untuk melakukan audit eksternal, memberikan jasa perpajakan, dan juga membuka jasa konsultasi terkait akuntansi.

Menjadi akuntan pemerintah, artinya kalian harus bekerja di lembaga pemerintahan, seperti di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Perpajakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lain sebagainya.

Tugas utama akuntan pemerintah adalah kalian harus menyusun laporan keuangan pemerintah dan atau mengaudit tiap institusi pemerintah di berbagai elemen pemerintah.

Berbeda dengan profesi akuntan sebelumnya yang mana kalian perlu memembuat laporan keuangan, akuntan pendidik bertugas dalam proses pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan bidang akuntansi, dan menyusun kurikulum di berbagai tingkat pendidikan.

Etika Profesi Akuntansi

Dalam sebuah profesi, kalian akan mengenal istilah kode etik. Bukan hanya dokter saja yang memiliki, akuntan juga. Ethikos, dalam bahasa Yunani memiliki makna timbul dari suatu kebiasaan.

Etika profesi akuntansi adalah ilmu yang mempelajari perilaku baik dan buruknya seorang akuntan. Aturan perilaku etika profesi akuntansi yang perlu kalian ketahui dalam memenuhi tanggung jawab profesionalitasnya terangkum dalam kode etik Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

Jabatan ini merupakan sebuah tanggung jawab besar. Sebagai seorang akuntan, maka kalian dituntut untuk menjaga kerahasiaan informasi dalam internal perusahaan dan tidak boleh membocorkan informasi yang hanya ditujukan bagi yang berkepentingan itu pada banyak orang.

Menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh saat kalian melakukan tugas profesional adalah kewajiban akuntan. Terkecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum yang mengharuskan kalian untuk mengungkapkannya.

Sebagai seorang akuntan, kalian harus punya tanggung jawab secara moral dan profesional dalam semua pekerjaan yang dibebankan kepada kalian. Kepekaan moral dalam sebuah tanggung jawab profesi, akan membuat kalian memiliki tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan hasil kerja kalian.

Saat bekerja, kalian memiliki tanggung jawab kepada pemakai jasa. Bersamaan dengan itu pula, kalian juga bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama akuntan demi mengembangkan profesi akuntan itu sendiri.

Kualitas mahal dari seorang akuntan dalam memenuhi profesionalitasnya adalah prinsip objektivitas. Memegang prinsip ini, kalian harus memiliki sifat adil dan jujur secara intelektual, harus bebas dan tidak boleh punya prasangka yang buruk.

Yang tak kalah penting, prinsip objektivitas menuntun kalian untuk tidak berpihak pada suatu kepentingan tertentu sehingga laporan keuangan yang kalian laporkan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Setiap pekerjaan dan tanggung jawab yang kalian lakukan harus memenuhi standar teknis dan profesional yang relevan. Standar teknis profesi akuntansi ini sudah ditentukan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dan semua anggota wajib mengetahui dan mematuhinya.

Dengan mengikuti aturan dan standar teknis sesuai IAI, maka kalian semestinya tidak dapat digugat seenak hati oleh auditor. Keuntungan lainnya adalah kalian bisa meraih kepercayaan atas profesionalisme dalam menyelesaikan pekerjaan.

Tiap kalian menekuni satu profesi, sudah pasti kalian akan dituntut memiliki kompetensi lebih untuk memenuhi apa yang dibutuhkan. Tak terkecuali akuntan, bilamana keahlian kalian sedang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan akuntansi, maka butuh kehati-hatian yang tinggi.

Tak cuma mengandalkan skill yang tinggi, dalam prinsip kompetensi yang mengedepankan sikap hati-hati berfungsi untuk menghindarkan kalian dari penipuan. Hal itu karena setiap apa yang kalian laporkan memang dituntut kebenarannya.

Untuk itu, kalian juga harus memelihara pengetahuan dan keahlian profesional yang dibutuhkan untuk menjamin klien, serta bertindak tekun dan cermat sesuai teknis dan profesional yang berlaku sesuai yang diatur oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

Dalam profesi ini, kalian juga dituntut untuk mandiri dalam melaksanakan pekerjaannya. Meskipun demikian, tak berarti kalian sama sekali dilarang melakukan kerja sama tim. Hal ini lebih karena kalian harus punya sikap percaya diri terhadap keahlian yang dimiliki.

Kepercayaan diri yang kalian punya dalam menyajikan laporan keuangan ini pada akhirnya akan melahirkan sikap indepensi dan tidak memihak pada satu kepentingan tertentu.

Sikap independensi ini pula yang nantinya akan kalian perlukan jika bercita-cita menjadi auditor profesional di kemudian hari.

Untuk membangun sebuah kepercayaan antara akuntan dan klien, kalian juga wajib menjadi pribadi yang berintegritas. Sikap jujur dan sabar dalam berinteraksi dengan sang klien adalah nilai tambah bagi reputasi kalian sebagai akuntan.

Dengan integritas tinggi, maka tingkat kepercayaan klien dan publik akan semakin tinggi. Karena sikap sabar tersebut, kalian juga tidak boleh membedakan dan pilih kasih antara klien yang satu dengan yang lain.

Dan meski harus sabar, kalian pun juga wajib bertindak tegas, lugas, dan konsisten jika menemukan kesalahan dalam pengelolaan keuangan sehingga prinsip akuntansi yang dimilikinya bisa diterapkan secara maksimal sesuai standar yang berlaku.

Dalam hal pelayanan kepada publik, kalian juga wajib bertindak profesional dengan cara menghormati kepentingan publik. Publik dalam ranah akuntan meliputi klien personal maupun perusahaan, pemerintah, pemberi kredit, dan pegawai.

Selain yang disebutkan, investor, manajemen bisnis, dan berbagai pihak yang bergantung pada integritas dan keahlian kalian sebagai akuntan akan memelihara berlangsungnya fungsi bisnis dengan baik.

Etika profesi akuntansi sangat perlu diperhatikan agar kalian terhindar dari hal yang tak diinginkan. Semisal suatu kesalahan kecil dalam pelaporan keuangan akibatnya bisa sefatal hilangnya kepercayaan dan timbulnya kecurigaan manipulasi terhadap perusahaan dan citra profesi kalian.

Selain itu, dengan memahami dan menerapkan etika profesi akuntansi dengan baik, maka kalian diharapkan dapat bekerja secara maksimal dan profesional, sesuai standar prosedur, seperti sesederhana membuat laporan keuangan dengan sangat rinci.

Bagi kalian yang mau tahu bagaimana bisnis kalian bisa berkembang atau mau bertahan di masa sulit, trusvation hadir dengan solusi yang akan membuat perubahan pada bisnis Anda menjadi lebih baik dengan mencoba berkonsultasi secara gratis di #CobaKonsultasiAja dengan cara mendaftar melalui link berikut bit.ly/CobaKonsultasiAja

Kami tunggu Anda yang sudah siap menjadi pebisnis sukses. Salam Sukses untuk Success People.

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA